Teknik Elektro LinksBarrier-Gate & Turnstile Interface, Thermostat, Relay Driver, Microcontroler Board

Beralih Dari AVR Ke PIC, Atau Ke Yang Lain (Nuvoton, STC-51, STM8)?

Saat ini saya menggunakan mikrokontroler AVR untuk membuat berbagai sistem kontrol berbasis mikrokontroler. Tidak banyak tipe yang saya gunakan, hanya beberapa saja, antara lain: ATmega8, ATmega328 dan ATtiny2313. Selain AVR, saya juga menggunakan AT89C2051.

Belakangan ini, muncul masalah yang kurang mengasikkan, beberapa board berbasis AVR menjadi kurang handal dilapangan. Dan saya menemukan ada beberapa fitur mikrokontroler yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya seperti yang dijelaskan pada datasheetnya. Ini sangat tidak menyenangkan karena sistem yang sejatinya hanya membutuhkan proses replikasi sederhana menjadi rumit karena adanya masalah pada mikrokontrolernya.Troubleshooting itu memakan waktu, pikiran dan tenaga.

Mengapa belakangan ini muncul kejadian seperti itu? Apakah mikrokontroler AVR nya palsu? Bisa jadi. Beberapa rekan praktisi pun mengalami hal yang sama. “Penyakit” yang muncul berbeda-beda sesuai dengan fitur-fitur yang digunakan. Jika kebetulan sistem kita tidak menggunakan fitur yang bermasalah, maka sistem bakal aman-aman saja.

Trus gimana? Walhasil, sekarang harus lebih berhati-hati menggunakan mikrokontroler AVR. Dan perlu dilakukan serangkaian tes untuk menguji semua fitur yang tersedia sehingga kita mengetahui fitur apa saja yang tidak konsisten dengan datasheet.

Saatnya Mencari Alternatif AVR

Btw, sebelum menggunakan AVR, saya menggunakan AT89S51/52/8252. Mikrokontroler ini saya gunakan untuk membangun sistem-sistem kontrol di industri rol karet terbesar di Indonesia, PT USTEGRA. Dari sistem-sistem yang saya buat, hanya beberapa panel saja yang bekerja dengan handal dan tahan lama, yang lain setidaknya membutuhkan perbaikan berkala. Kerusakan utamanya adalah pada memori mikrokontrolernya.

Setelah cukup lama menggunakan AT89S51/52/8252, saya mencoba mikrokontroler PIC. Pengalaman pertama saya menggunakan mikrokontroler PIC adalah ketika membuat sistem kontrol level tandon air boiler. Tipe mikrokontroler yang saya gunakan waktu itu adalah PIC16F84. Pada waktu itu (tahun 2005) mungkin satu-satunya tipe yang tersedia di toko lokal. Nah, berikut ini adalah gambar layout PCB board kontrolernya.

ms16f84-1

Proyek ini terbilang sangat sukses karena sistem yang saya buat ini bekerja dengan baik tanpa kesalahan selama bertahun-tahun. Sistem berbasis PIC 16F84 sepertinya terbukti lebih handal. Mungkin itu sebabnya orang-orang diluar sana banyak yang menggunakan PIC.

Setelah proyek dengan PIC tersebut, barulah saya mulai mencoba menggunakan AVR, yakni ATtiny2313 dan ATmega8. Mengapa, karena saya penasaran dan ketersediaannya di pasar lokal lebih mudah dan banyak. Beberapa proyek industrial pun (pada perusahaan yang sama) juga sukses saya kerjakan menggunakan AVR ATtiny2313. Proyek yang saya kerjakan menggunakan ATtiny2313 antara lain:

  • sistem monitoring proses produksi pada oven kering (material polyurethane)
  • kontroler untuk power driver motor DC untuk menjalankan forklift elektrik Nichiyu

Board dan cuplikan program kontroler motor DC forklift dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini.

forklift2313

forkliftasmcode

AVR ATtiny2313 merupakan salah satu mikrokontroler favorit saya. Mungkin karena keberhasilannya diaplikasikan pada proyek-proyek industri yang membuat saya memfavoritkannya. Oleh karenanya banyak sekali modul yang saya buat dengan ATtiny2313 sebagai kontrolernya.

Namun demikian, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, karena akhir-akhir ini saya menemukan mikrokontroler AVR yang bekerja tidak sesuai dengan datasheet, maka saat ini saya berniat untuk mulai menggunakan mikrokontroler selain AVR. Dan bagi saya pribadi, setidaknya ada empat alternatif pilihan untuk menggantikan AVR, yakni:

  • PIC
  • STM8
  • STC-51
  • Nuvoton (8051)

Dari keempat alternatif tersebut, saya memilih PIC. Mengapa?

  • karena saat ini mikrokontroler PIC mudah didapat dan banyak tipe yang tersedia
  • proyek berbasis PIC 16F84 terbukti sangat handal di lapangan (industrial)
  • tersedia kemasan DIP
  • programmer yang bisa dibuat sendiri dan relatif murah (saya menggunakan K150)
  • tersedia banyak pilihan development tools, mulai yang berbahasa Assembler, BASIC, C, FORHT dan JALV2. Semuanya free.
  • tersedia berjuta-juta referensi di internet

Untuk tiga tipe yang lain, sebetulnya saya sangat tertarik untuk menggunakannya. Namun demikian, faktor-faktor pertimbangan di atas “mengharuskan” saya untuk memilih PIC.

STC-51

Saya sudah mencoba beberapa tipe STC-51 dan beberapa kali mengaplikasikannya pada sistem kontrol. Fine-fine saja. Tapi ketersediaannya tidak kontinyu. Saya sudah mencoba STC-51 dengan kompiler SDCC dan TURBO51. Pemrogramannya pun sangat mudah karena tiap IC mikrokontroler STC-51 dilengkapi dengan bootloader, sehingga tidak memerlukan alat khusus untuk memrogramnya, cukup koneksi serial saja. Namun demikian, software STCISP cukup merepotkan pengguna. Kita perlu menggunakan software dengan versi yang mendukung tipe STC-51 yang kita gunakan. Tidak ada jaminan bahwa software dengan versi terbaru bisa digunakan untuk semua tipe STC-51. Belum lagi bahasanya bahasa Cina. Hadeh…

STM8

Saya juga sangat tertarik dengan STM8. Mikrokontroler mini-maxi yang sangat murah. Saya katakan sangat murah karena harga IC nya memang tergolong murah dan harga programmernya (ST-Link) juga sangat murah.

Saya sudah mencoba bermain-main dengan STM8S103F3. Saya mencoba dengan menggunakan pemrograman C (kompiler SDCC) dan dengan pemrograman Forth. Kebetulan ada stm8ef, yakni eFORTH yang mendukung untuk STM8S.

Satu-satunya alasan saya lebih memilih PIC dibanding STM8 adalah karena kemasannya yang SMD dan saya belum terbiasa bekerja dengan SMD.

Dan sebagai tambahan informasi saja, tahukah Anda board kontroler suhu yang satu ini?

XH-W1209-FRONT

Board kontroler suhu W1209 ini berbasis STM8S003F3P6. Harga termurah saat ini ada di kisaran 27 ribu rupiah saja. Sangat murah. Rencana saya sih, beli board ini dan memodifikasi fungsinya dengan memrogram ulang mikrokontrolernya.

Nuvoton

Nuvoton saya pernah beli, saya pikir IC mikrokontroler Nuvoton sudah ditanami bootloader untuk pemrograman, eh, ternyata belum. Oleh karenanya membutuhkan programmer khusus yang lumayan mahal untuk memasukkan program ke mikrokontroler. Harga mikrokontroler Nuvoton sangatlah murah. IC mikrokontroler N79E8432ASG hanya 5.500 rupiah perbijinya. Namun demikian, harga programmernya (ISP-ICP Programmer) tergolong mahal, masih diatas 300 ribu.

KISMET S4IN4RY

KISMET S4IN4RY adalah board I/O berbasis PIC 16F628A. Board ini adalah modul pertama sebagai awal mulai beralihnya saya dari AVR ke PIC. Board ini akan tersedia beberapa minggu kedepan. Berikut ini adalah gambar penampakan layout PCB board KISMET S4AIN4RY.

kismet_s4in4ry

KISMET S4IN4RY memiliki 4-channel input (optoisolated) dan 4-channel output (relay). Banyak aplikasi yang dapat dibuat menggunakan board ini, antara lain:

  • kontroler mesin sequential (mesin packaging, mesin filling)
  • interface input/output (sistem parkir otomatis dengan barrier-gate)
  • mesin press
  • dan lain-lain

Board KISMET S4IN4RY akan tersedia dalam beberapa minggu kedepan.

Dengan menggunakan mikrokontroler PIC, saya yakin board-board buatan Teknik Elektro Links akan semakin handal dan tentunya laris-manis. A-miin.

Selamat belajar dan selamat berkarya.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>